PatiToday.com-Bupati Pati H Haryanto dibuat kaget. Karena saat mengadakan dialog dengan peserta sosialisasi tahapan pemilu, menemukan banyak kader yang mudah ganti baju ke parpol lain.
"Lho, beberapa orang yang hadir di kegiatan ini, kemarin-kemarin masih kader partai tertentu. Sekarang sudah ganti ke parpol lain" kata bupati H Haryanto dengan nada bertanya.
"Memang, setiap mendekati pemilu, selalu diwarnai lahirnya orang-orang cerdas" tutur upati Pati yang disambut gelak ketawa peserta sosialisasi. Dialog antara Bupati H Haryanto dengan beberapa pengurus parpol, berlangsung saat diselenggarakan sosialisasi tahapan pemilu okeh KPUD Pati, Senin (2/10) di hotel Merdeka.
Sebelumnya diakui bupati H Haryanto, jika masalah politik selalu mendapat perhatian khusus dari pejabat di Jakarta. Misalnya masalah pilkada daftar ganda, atau pilkada melawan kotak kosong.
"Penyebabnya karena banyak orang Pati yang terlalu cerdas bermanufer politik" ujarnya.
Bupati H Haryanto mengakui jika 2018 akan menjadi tahu politik yang cukup menyita perhatian di Jawa Tengah. Karena akan diselenggarakan pilgub Jateng, serta gelar pilkades di Jateng.
"Pilgub itu ada aturanya. Tetapi pilkades 2018 juga sudah ditetapkan mendagri. Maka perlu kesiapan masyarakat" ujarnya.
Sementara iti, ketua KPUD Pati Moch Nasih menyebutkan ada 16 parpol. Empat diantaranya merupakan parpol baru. Yaitu Partai Berkarya, Perindo, PSI dan Idaman. Diharapkan segera mendaftar sebagai peserta pemilu 2019. Sayangnya pengurus partai Idaman Pati tidak ada yang mengikuti acara tersebut. (Aris)
"Lho, beberapa orang yang hadir di kegiatan ini, kemarin-kemarin masih kader partai tertentu. Sekarang sudah ganti ke parpol lain" kata bupati H Haryanto dengan nada bertanya.
"Memang, setiap mendekati pemilu, selalu diwarnai lahirnya orang-orang cerdas" tutur upati Pati yang disambut gelak ketawa peserta sosialisasi. Dialog antara Bupati H Haryanto dengan beberapa pengurus parpol, berlangsung saat diselenggarakan sosialisasi tahapan pemilu okeh KPUD Pati, Senin (2/10) di hotel Merdeka.
Sebelumnya diakui bupati H Haryanto, jika masalah politik selalu mendapat perhatian khusus dari pejabat di Jakarta. Misalnya masalah pilkada daftar ganda, atau pilkada melawan kotak kosong.
"Penyebabnya karena banyak orang Pati yang terlalu cerdas bermanufer politik" ujarnya.
Bupati H Haryanto mengakui jika 2018 akan menjadi tahu politik yang cukup menyita perhatian di Jawa Tengah. Karena akan diselenggarakan pilgub Jateng, serta gelar pilkades di Jateng.
"Pilgub itu ada aturanya. Tetapi pilkades 2018 juga sudah ditetapkan mendagri. Maka perlu kesiapan masyarakat" ujarnya.
Sementara iti, ketua KPUD Pati Moch Nasih menyebutkan ada 16 parpol. Empat diantaranya merupakan parpol baru. Yaitu Partai Berkarya, Perindo, PSI dan Idaman. Diharapkan segera mendaftar sebagai peserta pemilu 2019. Sayangnya pengurus partai Idaman Pati tidak ada yang mengikuti acara tersebut. (Aris)